25 Februari 2026 - 10:13
Source: ABNA
Wakil Ketua Dewan Islam Syiah Tertinggi Lebanon: Umat Islam di Sekitar Iran Harus Berkonvergensi dengan Negara Ini dalam Menghadapi Musuh

Syeikh Ali al-Khatib mengatakan: "Iran merupakan basis fundamental dalam membela Islam dan menampilkan citranya yang cerah, oleh karena itu umat Islam di negara-negara sekitarnya harus berkonvergensi dengan negara ini dalam menghadapi musuh-musuh Islam."

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait (ABNA) - Masoud Hosseinpour, Wakil Menteri Pengembangan Manajemen dan Sumber Daya Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam, dalam kunjungannya ke Lebanon, didampingi oleh Seyed Mohammad Reza Mortezaei, Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Lebanon, mengunjungi kantor Dewan Islam Syiah Tertinggi Lebanon dan bertemu dengan Allamah Syekh Ali al-Khatib, Wakil Ketua dewan tersebut.

Syeikh Ali al-Khatib dalam pertemuan yang diadakan dalam rangka kompetisi Al-Qur'an di Lebanon ini, menyambut dan mengapresiasi inisiatif dan aksi bersama Iran-Lebanon yang berkontribusi pada penyebaran budaya Al-Qur'an di dunia Arab dan Islam, terutama di bidang hafalan, tajwid, dan tafsir, dan mengatakan: "Al-Qur'an adalah piagam kehidupan umat Islam dan sumber kemuliaan serta kebaikannya."

Wakil Ketua Dewan Islam Syiah Tertinggi Lebanon menekankan perlunya berpegang teguh pada budaya Al-Qur'an dalam menghadapi tantangan dan apa yang disebut sebagai invasi budaya Barat terhadap bangsa-bangsa dan masyarakat Islam.

Iran; Basis Utama Pembela Islam dan Mewakili Citra Cerah Agama

Dia menambahkan: "Republik Islam Iran dianggap sebagai basis fundamental dalam membela Islam dan kaum muslimin serta menampilkan citra Islam yang cerah."

Syeikh Ali al-Khatib menegaskan: "Hal ini memerlukan konvergensi umat Islam di sekitar negara Iran menghadapi konspirasi dan tekanan yang, dengan menggunakan alat internal dan eksternal, berusaha untuk mendestabilisasi negara yang tercinta itu, namun kami yakin bahwa musuh akan gagal mencapai tujuan jahat mereka."

Ia mengajak para pemimpin negara-negara Arab dan Islam untuk mengkonvergensikan posisi mereka dan memperkuat kerja sama serta koordinasi dengan Iran guna menyusun strategi pertahanan bersama, dan menekankan bahwa strategi ini harus mampu melindungi umat Islam dan menyediakan alat-alat dukungan terhadap bahaya rezim Zionis yang mengancam kepentingan negara-negara kawasan dan bangsa-bangsanya.

Wakil Ketua Dewan Islam Syiah Tertinggi Lebanon memuji kebijaksanaan, kesadaran, dan kohesi bangsa Iran dalam mendukung kepemimpinannya, mengatakan: "Republik Islam Iran, di bawah naungan kepemimpinan yang besar dan bijaksana ini, telah berhasil mencapai prestasi besar di bidang ilmiah, militer, pembangunan, kesehatan, pendidikan, dan lainnya, mengatasi dampak negatif sanksi, dan menggagalkan upaya musuh untuk memicu perpecahan sektarian dan etnis, yang bertujuan melemahkan persatuan umat Islam."

Pentingnya Memperkuat Hubungan Antar Elit dan Pusat Keagamaan serta Ilmiah Iran dan Lebanon

Hosseinpour, Wakil Menteri Pengembangan Manajemen dan Sumber Daya Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam, seraya berterima kasih atas sikap dan dukungan berkelanjutan Allamah al-Khatib terhadap Republik Islam Iran dan pembelaannya terhadap posisi-posisi haq dan adil Pemimpin Besar Revolusi, menganggap kedekatan ini sebagai indikasi kedalaman hubungan persaudaraan dan ikatan kuat antara kedua belah pihak.

Ia, dengan memberikan laporan mengenai perkembangan terkini dan situasi internal Republik Islam Iran setelah kerusuhan teroris bulan Desember, menyinggung prioritas Republik Islam Iran terkait isu-isu regional dan internasional, dan menganggap komitmen Iran terhadap dialog, kerja sama konstruktif, dan pembelaan hak-hak bangsa sebagai suatu keharusan.

Hosseinpour menekankan perlunya memperluas kerja sama budaya dan memperkuat hubungan antar elit serta pusat keagamaan dan ilmiah kedua negara, dan menyatakan harapan bahwa hubungan ini akan semakin berkembang di masa depan.

Your Comment

You are replying to: .
captcha